Kamis, 28-05-2026
  • SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH
  • SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH SMP NEGERI 1 WEDARIJAKSA | AKREDITASI A | SEKOLAH ADIWIYATA | KANTHI PANGESTHI WIWARANING LINUWIH

Upacara Tanggal 2 Mei 2025 Dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Pada tanggal 2 Mei 2025, SMP Negeri 1 Wedarijaksa melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Upacara dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berlangsung dengan khidmat di halaman sekolah, diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf tata usaha.

Petugas upacara adalah siswa-siswi pilihan dari kelas VIII, sementara yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Wakil Kepala Sekolah, Bapak Harbito, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan

PIDATO PEMBINA UPACARA PADA UPACARA MEMPERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2025

Assalamualaikum wr.wb.

Yang kami hormati Bapak, Ibu guru, dan karyawan SMP Negeri 1 Wedarijaksa,

Serta anak-anak kelas 7, 8, dan 9 SMP Negeri 1 Wedarijaksa yang kami cintai dan kami banggakan.

Puji syukur alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmad dan hidayah-Nya kita dapat bertemu, berkumpul di lapangan SMP Negeri 1 Wedarijaksa dalam rangka Upacara Memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025.

Anak-anak yang kami cintai,

Kita mengenal beberapa pahlawan di bidang pendidikan, antara lain Ibu kita Kartini di Jawa Tengah, Ibu Dewi Sartika di Jawa Barat, dan Ki Hajar Dewantara di Yogyakarta,  yang masing-masing berjuang sesusi dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing.

Salah satu yang kita sebut tadi adalah Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas (RM) Soewardi Soerjaningrat (SS). Anak GPH Soerjaningrat dan cucu Sri Paku Alam III ini adalah anggota keluarga bangsawan Pakualaman. Walaupun seorang bangsawan, beliau tidak hanya memikirkan diri sendiri dan keluarga, tetapi beliau berpikir luas demi kemerdekaan, persatuan dan kesatuan bangsa, serta  kemajuan pendidikan di Indonesia dengan mendirikan sekolah yang diberi nama Taman Siswa. Taman Siswa merupakan sekolah yang menampung seluruh rakyat Indonesia yang haus akan pendidikan. Beliau sadar bahwa dengan pendidikan yang maju akan mengangkat suatu bangsa menjadi sebuah bangsa yang maju pula. Bangsa yang berbudi pekerti luhur,  melek ilmu pengetahuan, melek teknologi, dan melek berbagai keterampilan sehingga mampu menjawab berbagi tantangan zaman.

Serta Ki Hajar Dewantara yang mencetuskan sebuah semboyan kepemimpinan yang sangat terkenal di dunia, yaitu “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tutwuri Handayani”.

Itulah sedikit dari panjang lebarnya perjuangan Ki Hajar Dewantara untuk negeri tercinta, Indonesia. Dengan demikian sangat layak jika Ki Hajar Dewantara mewaliki pejuang-pejuang dalam dunia pendidikan di negeri ini yang kemudian pemerintah mencanangkan tanggal lahr beliau sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Anak-anakku yang kami cintai,

Kalau Ki Hajar Dewantara berjuang begitu besar dan mulianya untuk bangsa dan negara tercinta, bagaimana dengan kalian? Bagaimana cara berjuangnya? Tidak ada lain, kecuali dengan belajar sungguh-sungguh, mengejar cita-cita setinggi-tingginya untuk menghadapi dinamika tantangan zaman global dengan persaingan antar individu, antar negara yang semakin ketat dan kompetitif.

Untuk mewujudkan insan pendidkan yang berkarakter, sehat, cerdas, dan terampil, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  mencanangkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat , yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Dengan demikian akan terwujud karakter yang dikembangkan pada siswa sekolah meliputi religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, dan peduli sosial.

Anak-anak yang kami cintai,

Tujuan pendidikan nasional yang terurai di atas sangat baik dan  mulia. Oleh karena itu,  kalian tidak usah bepikir negatif, berpikir macam-macam tentang pendidikan di sekolah kita. Mari kita ikuti dan laksanakan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, sekuat tenaga agar tujuan pendidikan di sekolah kita tercapai, yaitu kalian menjadi insan-insan berkarakter, sehat, cerdas, dan terampil, amin ya Rabbal alamin.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga semakin membangkitkan semangat kalian dalam menuntut ilmu di sekolah kita tercinta ini.

Wassalamualaikum wr.wb.

Rangkaian upacara berjalan lancar, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, UUD 1945, dan teks pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Acara ditutup dengan penampilan paduan suara siswa yang membawakan lagu “Hymne Guru” dan “Indonesia Raya”.

Upacara ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan pendidikan, terutama Ki Hajar Dewantara, tetapi juga sebagai momen refleksi bersama untuk meningkatkan semangat belajar dan mengembangkan potensi generasi muda.

 

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan