Lingkungan yang mendatangkan perasaan aman, nyaman dan bahagia adalah lingkungan yang diimpikan oleh semua orang termasuk warga sekolah. Untuk membangun rasa aman, nyaman, dan bahagia dalam suatu lingkungan dibutuhkan sinergi antara semua unsur dalam pendidikan untuk menciptakan interaksi yang baik. Salah satu inti positif dari proses interaksi yang baik adalah dengan adanya pembiasaan senyum, sapa dan salam.

Pembiasaan senyum, sapa dan salam (3S) menjadi salah satu hal pokok dalam rangka menciptakan lingkungan yang kondusif yang diimpikan oleh para guru maupun warga sekolah. Senyum, sapa dan salam dapat menjadi pembuka interaksi agar dapat menciptakan komunikasi yang efektif. Pembiasaan senyum, sapa dan salam dapat mempengaruhi konsep diri yang positif untuk dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Dalam praktik yang terjadi di lapangan, senyum sapa dan salam merupakan hal yang sepele bagi sebagian orang dan seringkali terabaikan. Padahal jika diterapkan dengan baik dan konsisten pembiasaan senyum, sapa dan salam akan menjadi karakter yang baik, dan menjadi kekuatan positif dalam lingkungan sekolah, terutama jika diterapkan sedini mungkin pada anak-anak. Oleh karena itu, seluruh warga SMP Negeri 1 Wedarijaksa membiasakan budaya senyum sapa dan salam dikesehariannya agar menjadikan budaya yang berkarakter.

Beri Komentar